ada 1000 orang petani di suatu desa sukamaju
Pemerataankesejahteraan dan fasilitas yang ada di masyarakat serta ikut menikmati atau menggunakan sarana hasil pembangunan. (orang) Petani/ Pengusaha/ Ibu Buruh/ Jumlah nelayan pedagang rumah karyawan tangga 0 2 2 0 4 0 2 2 0 4 4 2 2 2 10 6 4 4 6 20 10 10 10 10 40 Kawasan wisata pantai Pondok Putri terletak di Desa Legonkulon
InformasiBerita Global, Aktual & Realitas
PKPULaunching Program Kampung Tangguh di Cigowong. 8/12/2010 Jabodetabek No comments. BOGOR - Lembaga kemanusiaan nasional PKPU, Minggu (8/8/2010) pukul WIB meresmikan komunitas KAMPUNG TANGGUH di wilayah Dusun Cigowong, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menyaksikanitu, dokter Valent yang menggantungkan stetoskop karena begitu cintanya pada pendidikan serta pergerakan, Pertua Tarigan, dan orang-orang desa yang ada di seputar itu terperanjat. Seketika mereka bergegas menyaksikan sosok tubuh yang terjatuh. Sebagian lagi membantu menurunkan dua sosok yang berteriak-teriak di atas pohon besar itu.
KCldiberikan dua kali, yaitu ½ bagian pada saat tanam dan sisanya pada umur 3-4. minggu atau bersamaan dengan penyiangan. Pupuk SP-36 diberikan pada saat tanam. Untuk lahan gambut sedang (tebal 1-2 m) sebaiknya diberi pula pupuk mikro berupa. terusi masing-masing sebanyak 2,5-10 kg Cu/ha dan 2,5-10 kg Zn/ha.
Jawabanpaling sesuai dengan pertanyaan Jumlah penduduk suatu desa adalah 1000 , diketahui 700 suka menanam anggur, 450 suka menan Tanya di App. Soal Terkait. Kami tidak dapat menemukan solusi yang cocok. Silakan ajukan pertanyaan lain. Expand. MATERI PELAJARAN. Matematika. Fisika. Kimia. Biologi. Ekonomi.
suatuproduk yang memiliki nilai jual seperti arang sekam atau briket. Arang sekam memiliki banyak manfaat baik di dunia pertanian maupun untuk kebutuhan industri. Sekam padi dari hasil panen yang berlimpah, oleh sebagian petani biasanya dibakar untuk dijadikan pupuk, ada juga yang dijual langsung dengan harga yang sangat murah.
HargaEceran Rp3.000,-Demi Kebenaran Dan Keadilan. WASPADA Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947. Pendiri: H. Mohd. Said (1905 - 1995), Hj.
Dalambagian penutup suatu tesis terdapat tentang struktur teks eksposisi. Penulisan teks eksposisi tersebut mengandung beberapa unsur kebahasaan sebagai ciri kebahasaan yang membedakannya. Salah satu ciri kebahasaan dalam teks eksposisi, yaitu.. a. Mengunakan kalimat tanya. b. Menggunakan kalimat perintah. c. Menggunakan titik dan koma.
LombokTimur, PSnews - Perkembangan kasus jaringan penjahat narkoba di Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB) kian memprihatinkan. Belum lama ini Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB melakukan penggerebekan sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, yang digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika
. Albino merupakan kelainan genetik berupa tidak adanya pigmen pada kulit, rambut, dan mata. Kasus pada soal merupakan aplikasi hukum Hardy Weinberg. Hukum Hardy Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dan frekuensi genotipe dalam suatu populasi dari generasi ke generasi berikutnya akan selalu tetap konstan pada kondisi tertentu, yaitu populasi terbatas, populasi tertutup, tidak terjadi mutasi, tidak terjadi seleksi, perkawinan terjadi secara acak, dan masing-masing individu memiliki viabilitas serta fertilitas yang sama. Penyelesaian kasus pada soal yaitu Diketahui Jumlah penduduk = Penderita albino = 16% Ditanya Berapa banyak orang yang tidak albino namun membawa sifat albino? Penyelesaian Jadi, banyaknya orang di desa tersebut yang tidak albino namun membawa sifat albino sebanyak orang. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah E.
Salah satu upaya untuk menambah pendapatan para petani adalah dengan mengolah limbah padi menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual seperti arang sekam atau briket. Arang sekam memiliki banyak manfaat baik di dunia pertanian maupun untuk kebutuhan industri. Sekam padi dari hasil panen yang berlimpah, oleh sebagian petani biasanya dibakar untuk dijadikan pupuk, ada juga yang dijual langsung dengan harga yang sangat murah. Berdasarkan permasalahan tersebut, muncul ide untuk membuat alat-alat untuk memproses sekam padi menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi, yaitu untuk pembakaran sekam menjadi arang sekam yang kemudian diolah lebih lanjut menjadi produk akhir berupa briket. Briket arang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, penerangan, maupun industri. Penelitian ini diawali dengan mengadakan pertemuan dengan komunitas petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi untuk mengetahui kondisi dilapangan dan mengumpulkan data yang dibutuhkan. Proses berikutnya adalah merancang dan membuat alat pembuat arang sekam dan mesin pencetak arang sekam menjadi briket. Rancangan alat pembuat arang dilakukan untuk membuat arang dengan mempertimbangkan aliran udara saat pengarangan agar menghasilkan waktu yang lebih cepat dan mengurangi penyebaran asap, sedangkan pada perancangan mesin cetak briket arang dilakukan perhitungan kekuatan komponen mesin cetak yang diperlukan. Setelah alat yang dibutuhkan selesai, dilakukan uji coba alat dan hasilnya memperlihatkan bahwa proses pembuatan arang membutuhkan waktu 20-30 menit untuk 10 kg sekam. Sedangkan hasil perhitungan komponen mesin cetak menunjukkan bahwa mesin cetak aman untuk digunakan. Hasil observasi menemukan bahwa saat ini sekam dihargai Rp 1000 per kg, dan arang sekam Rp 3000 sampai Rp 5000 per kg, sedangkan harga jual briket arang sekam bisa mencapai Rp per kg. Dengan demikian, pengolahan sekam padi menjadi briket arang secara ekonomis akan lebih menguntungkan bagi para petani. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 116 Optimalisasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Arang Sekam untuk Menambah Pendapatan Petani di Desa Sukamaju, Jawa Barat Optimizing the Utilization of Rice Husk into Husk Charcoal Briquettes to Increase Farmers' Income in Sukamaju Village, West Java Nanang Ali Sutisna1, Filda Rahmiati2, Grace Amin2 1Program Studi Teknik Mesin, Universitas Presiden 2Program Studi Manajemen, Universitas Presiden Email korespondensi Abstract. One effort to increase farmers' income is by processing rice waste into a product that has selling value such as charcoal or briquettes. Husk charcoal has many benefits both in the agricultural world and for industrial needs. Rice husks from abundant harvests are usually burned by some farmers to be used as fertilizer, some are sold directly at very cheap prices. Based on these problems, an idea emerged to make equipment for processing rice husks into products with higher selling value. Charcoal briquettes can be used for cooking, lighting and industrial needs. The research was begun by holding a meeting with the farming community in Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi to find out the real conditions in the field and gathering necessary data. The next process is to make the rice husk charcoal maker and the charcoal briquette machine. The design of the charcoal maker is carried out to make charcoal by considering the airflow during charring in order to produce a faster time and reduce the spread of smoke, while the design of the charcoal briquette pressing machine is carried out calculating the strength of the required machine components. After the equipment needed was completed, a trial was conducted and the results showed that the charcoal making process takes 20-30 minutes for 10 kg of husks. Meanwhile, the calculation of the components of the pressing machine shows that the pressing machine is safe to use. Observations found that currently husk is valued at Rp. 1000 per kg, and husk charcoal at Rp. 3000 to Rp. 5000 per kg, while the selling price of husk charcoal briquettes can reach Rp. 15,000 per kg. Thus, processing rice husks into charcoal briquettes is economically more profitable for farmers. Keywords briquette press machine, charcoal briquettes, farmer’s income, rice husk, Abstrak. Salah satu upaya untuk menambah pendapatan para petani adalah dengan mengolah limbah padi menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual seperti arang sekam atau briket. Arang sekam memiliki banyak manfaat baik di dunia pertanian maupun untuk kebutuhan industri. Sekam padi dari hasil panen yang berlimpah, oleh sebagian petani biasanya dibakar untuk dijadikan pupuk, ada juga yang dijual langsung dengan harga yang sangat murah. Berdasarkan permasalahan tersebut, muncul ide untuk membuat alat-alat untuk memproses sekam padi menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi, yaitu untuk pembakaran sekam menjadi arang sekam yang kemudian diolah lebih lanjut menjadi produk akhir berupa briket. Briket arang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, penerangan, maupun industri. Penelitian ini diawali dengan mengadakan pertemuan dengan komunitas petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi untuk mengetahui kondisi dilapangan dan mengumpulkan data yang dibutuhkan. Proses berikutnya adalah merancang dan membuat alat pembuat arang sekam dan mesin pencetak arang sekam menjadi briket. Rancangan alat pembuat arang dilakukan untuk membuat arang dengan mempertimbangkan aliran udara saat pengarangan agar menghasilkan waktu yang lebih cepat dan mengurangi penyebaran asap, sedangkan pada perancangan mesin cetak briket arang dilakukan perhitungan kekuatan komponen mesin cetak yang diperlukan. Setelah alat yang dibutuhkan selesai, dilakukan uji coba alat dan hasilnya memperlihatkan bahwa proses pembuatan arang membutuhkan waktu 20-30 menit untuk 10 kg sekam. Sedangkan hasil perhitungan komponen mesin cetak menunjukkan bahwa mesin cetak aman untuk digunakan. Hasil observasi menemukan bahwa saat ini sekam dihargai Rp 1000 per kg, dan arang sekam Rp 3000 sampai Rp 5000 per kg, sedangkan harga jual briket arang sekam bisa mencapai Rp per kg. Dengan demikian, pengolahan sekam padi menjadi briket arang secara ekonomis akan lebih menguntungkan bagi para petani. Kata kunci briket arang, mesin cetak briket, pendapatan petani, sekam padi. Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 117 PENDAHULUAN Kabupaten Bekasi mempunyai curah hujan cukup bervariasi. Begitu juga dengan bentuk wilayah kabupaten ini sebagian besar mempunyai relief datar sehingga pada umumnya masyarakat sekitar memanfaatkan keadaan ini dengan melakukan kegiatan bertani padi di sawah, menanam palawija juga kebun campuran. Keadaan ini membuat Kabupaten Bekasi menjadi salah satu sentra padi di wilayah Pantai Utara Jawa Pantura Suparni, 2020. Salah satu desa yang memang menjadi wilayah pengembangan pertanian padi adalah Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang. Desa Sukamaju adalah salah satu desa yang wilayahnya didominasi persawahan. Mata pencaharian sebagian besar masyarakat di sana adalah bertani di sawah. Para petani akan memanen padi setiap 4 bulan sekali atau setidaknya 2 kali dalam setahun, tergantung pada ketersediaan air. Untuk mendukung proses pengolahan padi, terdapat cukup banyak tempat penggilingan. Menurut salah satu pemilik penggilingan yang peneliti wawancarai, setidaknya terdapat 10 tempat penggilingan di desa Sukamaju. Setelah masa panen, biasanya akan terdapat banyak sisa dari penggilingan berupa limbah kulit padi sekam. Limbah sekam yang kurang dikelola akan dengan mudah tertiup angin dan mengganggu lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar. Untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat sekam yang tidak dikelola dengan baik maka sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah, gas, atau arang kayu dan juga diolah menjadi pupuk organic yang ramah lingkungan Baderan & Hamidun, 2016. Akan tetapi, limbah belum dimanfaatkan dengan baik, seperti limbah sekam padi, di masa mendatang diperlukan pemanfaatan limbah tersebut secara efisien Suryaningsih, Resitasari, & Nurhilal, 2019. Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pemanfaatan limbah dan rendahnya tingkat pendapatan menjadi permasalahan Desa Sulmiyati, 2017. Berdasarkan hasil wawancara juga observasi yang dilakukan oleh tim peneliti, Desa Sukamaju belum dapat memanfaatkan secara maksimal limbah sekam padi dari hasil penggilingan. Jumlah sekam yang dihasilkan oleh petani jumlahnya tidak sedikit. Dari hasil pengamatan awal, dari 100 kg gabah kering akan dihasilkan kira-kira 20 kg sekam, jika 1 ha sawah menghasilkan rata-rata 4 ton gabah kering panen berarti sekam yang dihasilkan sekitar 8 kwintal sekam. Luas lahan pertanian di desa Sukamaju adalah 501 ha Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi, 2018 , maka total sekam yang dihasilkan adalah 400,8 ton. Satu lokasi penggilingan saja sudah menghasilkan banyak sekam padi yang mudah tertiup angin dan mencemari lingkungan. Dapat dibayangkan jika 10 lokasi penggilingan di Desa Sukamaju kurang mampu mengelola limbah tersebut maka akan sangat mempengaruhi lingkungan dan kesehatan masyarakat di sana. Mengacu pada kurang optimalnya pemanfaatan sekam padi oleh masyarakat di Desa Sukamaju, maka diperlukan adanya kegiatan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, kesehatan dan perekonomian masyarakat di sana. Pemanfaatan arang sekam dapat memberikan pendapatan tambahan, memperbaiki lahan pertanian, dan pelestarian lingkungan. yang mampu mendukung perekonomian masyarakat di Desa Sukamaju Rahmiati et al., 2019. Arang sekam dapat diolah lebih lanjut dengan menambahkan perekat dan mencetaknya menjadi briket arang. Briket arang ini dapat dijual dan digunakan untuk kebutuhan memasak, penerangan, maupun industri Mesin pencetak briket arang sekam telah banyak dibuat oleh beberapa industri pembuat mesin, namun sebagian besar Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 118 menggunakan tenaga hidrolik Cahyono, 2017 dan harganya relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi untuk masyarakat petani dengan membuatkan alat pembuat arang sekam yang lebih efisien dan mesin pencetak briket arang sekam yang sederhana dan terjangkau, sehingga arang sekam padi memiliki nilai jual yang lebih tinggi. METODE Sasaran dalam kegiatan ini adalah mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif. Metode pelaksanaan yang dilakukan menyangkut dua bidang yang sesuai dengan prioritas permasalahan yang dihadapi, yaitu produksi dan pemasaran hasil produksi. Berdasarkan persoalan tersebut maka tahapan pelaksanaan program yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut 1. Survei lapangan Dalam tahap pertama ini, peneliti melakukan observasi langsung ke Desa Sukamaju untuk mengetahui situasi maupun permasalahan yang mereka hadapi. Peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa pihak seperti masyarakat sekitar, para petani serta pejabat pemerintah di Desa Sukamaju. Informasi dari hasil wawancara dan survei tersebut kemudian menjadi acuan peneliti untuk mencari sumber referensi serta merancang kegiatan selanjutnya. 2. Perancangan dan pembuatan alat pembuat arang sekam Peneliti merancang dan membuat alat bantu yang dapat mengolah sekam padi menjadi arang sekam yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan polusi udara. Proses pembakaran sekam padi diatur sedemikian rupa agar asap yang dihasilkan tidak mengganggu lingkungan. Alat pembakaran sekam padi menggunakan cerobong asap yang cukup tinggi sehingga asap yang dihasilkan dari proses pembakaran tersebut tidak terlalu mengganggu. Kemudian peneliti mengolah serbuk arang sekam padi tersebut dengan mencampurkannya dengan perekat tepung tapioka kanji sehingga menjadi lebih padat dan dapat dibentuk. 3. Perancangan dan Pembuatan Mesin cetak briket arang sekam Selanjutnya, peneliti merancang dan membuat mesin cetak briket arang sekam. Mesin ini dapat mencetak arang sekam yang telah dicampurkan dengan tepung tapioka menjadi briket sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan. 4. Uji coba pembuatan arang sekam dan briket arang sekam. Setelah alat pembuat arang dan mesin pencetak briket arang sekam selesai dibuat, dilakukanlah uji coba pembuatan arang sekam dan pencetakan briket arang sekam di laboratorium kampus untuk melihat efisiensi proses pengarangan dengan tungku arang yang dibuat dan proses pencetakan briket arang. Dalam penelitian ini tidak dilakukan pengukuran nilai kalor hasil pembakaran briket arang sekam. HASIL DAN PEMBAHASAN Survei Lapangan Berdasarkan hasil wawancara juga observasi yang dilakukan oleh peneliti, Desa Sukamaju belum dapat memanfaatkan secara maksimal limbah padi dari hasil penggilingan. Sekam yang dihasilkan dari proses penggilingan di satu tempat penggilingan padi sangat berlimpah ruah Gambar 1. Dari hasil pengamatan awal kegiatan ini, dari 100 kg gabah kering akan dihasilkan kira-kira 20 kg sekam, jika 1 Ha sawah menghasilkan rata-rata 4 ton gabah kering panen berarti sekam yang dihasilkan sekitar 8 kwintal sekam. Mengingat luas lahan pertanian di desa Sukamaju adalah 501 ha maka total sekam yang dihasilkan adalah 400,8 ton, sedangkan seluruh luas Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 119 lahan pertanian di Kecamatan Tambelang adalah sekitar Ha maka akan dihasilkan ton gabah kering yang akan menghasilkan limbah ton sekam. Apabila hal ini dibiarkan maka sekam yang tidak diolah ini dapat tertiup angin dan mencemari lingkungan. Pada dasarnya sekam merupakan produk sampingan yang bisa ditingkatkan nilai jualnya. Nilai jual sekam yang tidak diolah lebih lanjut adalah Rp 1000 per kg dan jika diolah menjadi briket arang maka nilai jualnya bisa mencapai Rp per 1. Sekam sebagai hasil sampingan pertanian jumlahnya melimpah Salah satu cara meningkatkan nilai sekam adalah dengan dibuat arang yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Pembuatan arang sekam secara tradisional, pada umumnya dilakukan dengan membakar sekam dengan cerobong bisa terbuat dari pelat yang dilubangi atau kawat kasa yang digulung di tempat terbuka sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2 Rahmiati et al., 2019. Cara ini adalah yang paling murah dan praktis dibandingkan dengan menggunakan tabung tertutup kiln yang membutuhkan biaya lebih besar. Lama waktu pengarangan secara tradisional dapat mencapai 3 – 4 jam. Persoalan yang timbul dari cara pembuatan arang sekam dengan cerobong kawat kasa adalah asapnya menyebar di tempat yang rendah sehingga mengganggu lingkungan sekitarnya lihat Gambar 2, sehingga perlu dilakukan cara yang lebih baik agar asap dari proses pengarangan tidak mengganggu lingkungan. Perancangan dan Pembuatan Alat Pembuat Arang Sekam Untuk mengurangi penyebaran asap ke lingkungan sekitar dapat dilakukan adalah dengan merancang cerobong tinggi dan tertutup sekelilingnya untuk menjaga asap agar tidak menyebar di tempat rendah. Maka dari itu perlu adanya alat yang lebih baik lagi menjaga lingkungan sekitar. Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 120 Gambar 2. Proses pembuatan arang sekam padi secara tradisionalRancangan tungku api berbentuk kerucut sehingga penyebaran api ke sekam lebih baik. Mekanisme pembentukan arang sekam padi dapat terlihat pada Gambar 3, yaitu sebagai berikut ● Api di bawah tungku mendorong udara dan asap ke atas cerobong, sehingga udara luar tertarik kedalam tungku melalui sekam yang belum terbakar. ● Sementara itu, sekam yang bersentuhan dengan tungku mulai terbakar dan mengkonsumsi oksigen. Pada saat area bakar merembet keluar, bagian dalam yang telah terbakar tidak mendapat oksigen sehingga tidak terbakar menjadi abu melainkan menjadi arang. Gambar 3. Mekanisme pembentukan arang Gambar 4. Alat pembuat arang sekam sekam padi Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 121 Alat pembuat arang sekam padi ini terdiri dari 3 bagian, yaitu a. Drum penampung sekam b. Tungku api c. Cerobong asap Drum penampung sekam terbuat dari bekas drum oli yang dipotong dua. Tungku api berbentuk kerucut dan berlubang ventilasi serta cerobong setinggi 2 m terbuat dari pelat baja dengan tebal 1 mm. Sedangkan penopang cerobong asap terbuat dari besi beton berdiameter 10 mm. Gambar rancangan bagian-bagian alat pembuat arang ini ditunjukkan pada Gambar 4. Dengan alat ini, asap yang terbentuk dapat diarahkan dan arang yang terbentuk lebih mudah menempatkannya. Estimasi pengarangan adalah sekitar 30 menit. Alat yang digunakan dalam fabrikasi alat pembuat arang sekam ini adalah mesin potong pelat, mesin rol pelat, mesin bor, dan mesin las TIG. Perancangan dan Pembuatan Mesin Cetak Briket Arang Sekam Untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, hasil produksi arang sekam dapat diproduksi berupa briket arang untuk kebutuhan memasak, penerangan, maupun industry. Harga arang sekam per kg adalah Rp 3000 – 5000 sedangkan harga briket arang adalah antara Rp – per kg sebagai referensi adalah harga briket arang tempurung di Bukalapak. Sekam yang dihasilkan dari 1 ha sawah adalah sekitar 8 kwintal, sehingga potensi pendapatan masyarakat dari 1 ha lahan, dengan mengambil harga briket arang sekam terendah yaitu Rp per kg, adalah Rp Mengingat luas lahan pertanian di desa Sukamaju adalah 501 ha maka potensi pendapatan dari penjualan briket arang sekam di Desa Sukamaju adalah Rp 6,012 miliar. Selain dari itu, penelitian yang dilakukan oleh Papilo 2012 menyebutkan bahwa efisiensi yang dihasilkannya, briket diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bahan bakar pengganti BBM yang murah dan ramah 5. Mesin cetak briket arang sekam mesin Cetakan atas Cetakan bawah Rangka Batang penghubung 1Batang penghubung 2 Tuas penekan Batang penarik Pelat alas Poros Pilar pengarah Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 122 Mekanisme pembentukan arang sekam padi menjadi briket yaitu sebagai berikut arang yang sudah berbentuk serbuk tersebut dicampur dengan perekat yang terbuat dari tepung tapioka kanji dan kemudian dipres atau dicetak dalam mesin cetak untuk selanjutnya dikeringkan. Gambar 5 memperlihatkan rancangan mesin cetak briket yang dibuat. Perhitungan kekuatan komponen mesin cetak briket arang sekam Mesin cetak briket arang sekam ini hampir seluruhnya dibuat dengan menggunakan material SS400 JIS G3101 1995 yang memiliki kekuatan tarik maksimum = 400 - 510 Mpa dan kekuatan luluh = 235 – 245 Mpa. Sedangkan cetakan dan tuas penekan terbuat dari baja hollow segi empat berukuran 40x40 mm dengan tebal 2 mm. Kekuatan luluh yield strength baja hollow ini adalah 162 Mpa seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Properti material besi hollow segi 4 dasar SHS Kadir et al., 2013 Pada perhitungan komponen mesin cetak ini dilakukan menggunakan software CATIA V5 dengan metoda elemen hingga Finite Element Method yang hasilnya dapat dilihat pada gambar 6Gambar 6. Hasil simulasi software FEMDari hasil simulasi terlihat bahwa tegangan Von Mises maksimum yang terjadi adalah sebesar 114 MPa, yaitu di daerah sambungan las pada batang penarik. Sedangkan pada datang penarik sendiri hanya menerima tegangan sebesar 41 Mpa. Dengan memperhatikan Kekuatan luluh material SS400 sebesar 235 Mpa, maka komponen ini masih aman untuk dioperasikan karena tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan luluhnya. Demikian juga pada tuas penekan yang dibebani 70 kg atau 687 N mendapat tegangan Von Mises sebesar 42 Mpa, masih Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 123 aman karena tuas yang terbuat dari besi hollow ini menderita tegangan kerja lebih kecil dari kekuatan luluh material besi hollow, yaitu 162 Mpa. Selanjutnya adalah pemilihan pegas. Pegas berfungsi mengembalikan cetakan atas ke posisi semula. Dari perhitungan diperoleh faktor kekakuan pegas spring rate sebesar 1,54 N/mm, sehingga dipilihlah pegas no. 80701 dari produk CSC yang memiliki Spring Rate N/mm seperti terlihat pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Data pegas produksi CSC MW Industries, Inc., 2020. Fabrikasi mesin cetak briket arang sekam padi Pada fabrikasi mesin cetak briket arang ini membutuhkan bahan sebagai berikut, untuk nama komponen bisa dilihat pada Gambar 5 - Baja siku 50x50x2 mm untuk rangka - Baja hollow 50x50x2 mm untuk cetakan bawah no. 1 - Baja hollow 40x40x2 mm untuk cetakan atas no. 2 - Baja strip 40x40x5 untuk link no. 5 - Pelat dengan tebal 3 mm untuk alas cetakan no. 8 - Baja hollow 40x40x2 mm untuk tuas penekan - Baja diameter 20 mm untuk poros no. 9, batang penarik no 7, dan pilar pengarah cetakan Sedangkan alat dan mesin yang diperlukan adalah sebagai berikut - Mesin potong - Mesin bor - Mesin las Mesin cetak briket arang sekam padi hasil fabrikasi dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7. Mesin cetak briket arang sekam Uji coba pembuatan arang sekam dan briket arang sekam Uji coba pembuatan arang sekam dengan alat pembuat arang dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Presiden dengan membakar sekam sebanyak 10 kg yang dimasukkan ke dalam drum. Hasil pembakaran menunjukkan bahwa dengan memproses 10 kg sekam diperlukan waktu rata-rata 25 menit untuk menjadi arang. Dibandingkan dengan metoda pengarangan lainnya maka pengarangan dengan alat ini lebih cepat, misalnya pengarangan sekam secara tradisional membutuhkan waktu 2-3 jam untuk 10 kg sekam Rahmiati et al, 209 Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 124 sedangkan pengarangan dengan menggunakan kiln drum membutuhkan waktu 100 menit untuk berat yang sama Mandey & Tarore, 2015. Pada Gambar 8 terlihat bagaimana asap pembakaran sekam disalurkan melalui cerobong asap ke atas dan tidak menyebar di bawah. Arang sekam yang dihasilkan kemudian dicampur dengan cairan perekat berbahan tepung tapioka dengan perbandingan 5 bagian arang berbanding 1 bagian perekat, untuk selanjutnya dicetak di mesin cetak briket arang yang dibuat di laboratorium Teknik Mesin. Gambar 9 memperlihatkan proses pencetakan briket dari arang sekam. Dalam sekali cetak dapat menghasilkan briket arang sekam seberat 1 kilogram. Sebagai sumber energi, briket arang sekam memiliki nilai kalor yang cukup tinggi sebagaimana yang diungkapkan oleh Patabang, 2012 bahwa bahwa nilai kalor briket arang sekam dengan konten bahan perekat 7% adalah 2789 kKal/kg sedangkan Gambar 8. Uji coba produksi arang sekam Nurhilal & Tarigan 2017 menyatakan bahwa nilai kalor briket arang sekam adalah 3873,5 kKal/kg. Sebagai perbandingan, nilai kalor batu bara adalah 6216 kKal/kg Bono, Wahyono, & Burhani, 2017, jadi briket arang sekam memiliki potensi besar untuk dapat dijadikan bahan bakar alternatif. Gambar 9. Proses pencetakan briket arang sekamKegiatan pengolahan limbah untuk energi selain memberikan peluang untuk melestarikan lingkungan, pembangunan pedesaan, juga kepada bisnis. Dengan melakukan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dalam menambah pendapatan para petani dan meningkatkan produktivitas para petani di Desa Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 125 Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. Metode yang dilakukan, selain melalui penyuluhan, pelatihan dengan demonstrasi pengolahan briket, pembimbingan dan pendampingan menjadi produk yang siap dipasarkan juga penting Sulmiyati, 2017. Dengan kemampuan sekali cetak seberat 1 kg briket arang dalam waktu 4 menit, maka dalam 8 jam sehari akan dihasilkan 120 kg briket arang sekam. Dengan harga briket arang sekam sebesar Rp per kg maka sehari dapat menghasilkan Dengan demikian, dengan perhitungan 1 bulan terdiri dari 25 hari kerja maka satu mesin cetak dapat menghasilkan Rp Sementara itu, biaya pembuatan mesin cetak briket arang sekam ini cukup terjangkau oleh masyarakat yaitu sebesar Rp Setelah proses pembuatan alat dan para petani mampu untuk memproduksi produk arang sekam dan briket, diperlukan promosi dan pemasaran produk. Pemasaran produk dapat dilakukan secara offline maupun online melalui internet. Produk briket juga banyak diminati di negara2 lain seperti jepang, arab, turki, dan lainnya. Maka potensi ekspor briket sangat menjanjikan. Selain ekspor, penjualan briket juga dapat dilakukan ke restoran-restoran yang dulunya menggunakan arang kayu atau arang batok kelapa sekarang beralih ke briket. Pemasaran produk dapat dilakukan dalam dua acara baik offline dijual langsung kepada para penjual tanaman atau toko yang biasa menjual arang sekam dan briket, juga dilakukan pemasaran produk secara online melalui internet. Adapun rincian pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai cara 1. Memasang iklan digital email, facebook, twitter, Instagram, dll Kotler & Armstrong, 2018. 2. Memasang iklan di koran, katalog promosi, telepon, surat, juga mendatangi langsung pelanggan yang potensial Kotler & Armstrong, 2018. 3. Mengenalkan produk melalui seminar dan pameran yang berkaitan juga memberikan produk gratis sampel Huang, 2016. 4. Mencari calon konsumen di komunitas yang berhubungan dengan bisnis briket arang sekam Kannan, Chang, & Whinston, 1998. 5. Mencetak logo, kemasan yang menarik Raheem, Vishnu, & Ahmed, 2014. 6. Menyiapkan video tentang profil perusahaan Kotler & Armstrong, 2018. Gambar 10 adalah contoh desain kemasan untuk produk briket arang sekam siap jual. Diharapkan dengan kemasan yang menarik dapat menarik perhatian calon pembeli. Gambar 10. Desain kemasan briket arang sekam SIMPULAN Penelitian ini dilakukan sebagai upaya memberikan solusi untuk memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat Desa Sukamaju, Kabupaten Bekasi. Salah satu caranya melalui pembuatan alat pembuat arang sekam dan mesin cetak briket arang sekam sederhana yang terjangkau, juga pengemasan dan cara pemasarannya untuk memanfaatkan limbah sekam padi menjadi produk briket arang yang bernilai jual lebih tinggi. Agro Bali Agricultural Journal e-ISSN 2655-853X Vol. 4 No. 1 116-126, March 2021 DOI 126 Dengan membandingkan nilai jual sekam yang hanya Rp 1000 per kg dengan briket arang sekam yang berharga Rp per kg, serta kapasitas sebuah mesin cetak yang mampu memproduksi 120 kg per hari atau 3000 kg per bulan, maka potensi penghasilan masyarakat adalah Rp per bulan. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi. 2018. Kecamatan Tambelang Dalam Angka. Baderan, D. W., & Hamidun, M. S. 2016. Pemanfaatan Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Alternatif dan Pupuk Organik Yang Ramah Lingkungan Di Desa Lakeya Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Bono, Wahyono, & Burhani, M. . 2017. Analisis Konsumsi Batubara Spesifik Ditinjau dari Nilai Kalor Batubara dan Perubahan Beban di PLTU Tanjung Jati B Unit 2. Eksergi Jurnal Teknik Energi, 132, 50–53. Cahyono, J. F. 2017. Perancangan Alat Pencetak Briket Arang Sekam Padi Berkapasitas 180 Briket/Jam. Universitas Muhammadiyah Malang. Huang, H. C. 2016. How does meetings, incentives, conventions, and exhibitions industry attract exhibitors? Asia Pacific Journal of Tourism Research, 211, 73–93. Kannan, P. K., Chang, A. M., & Whinston, A. B. 1998. Marketing information on the I-way. Communication of the Association for Computing Machinery, Inc., 413. Kotler, P., & Armstrong, G. 2018. Principles of Marketing Seventeent. United States Pearson Education. Mandey, L. C., & Tarore, D. 2015. Pengembangan Produksi Biobriket Dari Limbah Hasil Pertanian Sebagai Bahan Bakar Pengganti Minyak Tanah dan Gas. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 32, 1–7. Nurhilal, M., & Tarigan, R. A. P. 207AD. Karakteristik Briket Arang Sekam Padi dan Arang Kulit Bawang Putih. Media Teknika Jurnal Teknologi, 122, 67–79. Papilo, P. 2012. Briket pelepah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Jurnal Sains, Teknologi Dan Industri, 92, 67–78. Patabang, D. 2012. Karakteristik Termal Briket Arang Sekam Padi Dengan Variasi Bahan Perekat. Jurnal Mekanikal, 32, 286–292. Raheem, A. R., Vishnu, P. A. R. M. A. R., & Ahmed, A. M. 2014. Impact of product packaging on consumer’s buying behavior. European Journal of Scientific Research, 1222, 125–134. Rahmiati, F., Amin, G., & German, E. 2019. Pelatihan Pemanfaatan Limbah Padi Menjadi Arang Sekam Untuk Menambah Pendapatan Petani. Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 52, 159–164. Sulmiyati, S. N. 2017. Pengolahan Briket Bio-Arang Berbahan Dasar Kotoran Kambing dan Cangkang Kemiri di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 31, 108–117. Suparni. 2020. Kementan Terus Galakkan Pengendalian Ramah Lingkungan Untuk Atasi Hama Sundep dan Beluk. Retrieved September 30, 2020, from Suryaningsih, S., Resitasari, R., & Nurhilal, O. 2019. Analysis of Biomass Briquettes Based on Carbonized Rice Husk and Jatropha Seed Waste by Using Newspaper Waste Pulp as an Adhesive Material. In Journal of Physics Conference Series Vol. 1280, p. 022072. OIP Publishing. ... Berdasarkan observasi yang dilakukan, harga sekam padi adalah dan harga arang sekam padi adalah [10]. ... Bekty Tandaningtyas SundoroSekam padi merupakan salah satu hasil limbah yang dihasilkan dari pertanian. Salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekam adalah dengan cara memanfaatkan sekam sebagai bahan pangan ternak, atau pupuk, atau dengan cara mengolah kembali sekam menjadi arang sekam. Arang sekam yang diolah selain dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, maupun industri, pengolahan sekam menjadi arang sekam meningkatkan nilai jual dari sekam. Dengan cara metode pembakaran sederhana, masyarakat Desa Plembutan dapat mengolah limbah sekam menjadi arang sekam dengan mudah. Dengan demikian, hasil arang sekam yang diperoleh dapat dimanfaatkan lebih lanjut, atau dapat dijual oleh petani dan masyarakat Desa Plembutan untuk meningkatkan penghasilannya.... Mengacu pada kurangnya pemanfaatan limbah sekam padi, penting untuk dilakukannya kegiatan yang dapat berdampak baik pada lingkungan dan kesehatan. Pemanfaatan dan penggunaan arang sekam padi bisa memberikan pendapatan tambahan, dan pelestarian lingkungan [3]. Arang sekam padi dapat diproses dengan cara menghaluskan, dan dicetak menjadi briket arang. ...Mohamad Iqbal Iman UtomoGerald Adityo PohanBiomassa sekam padi dan daun jati sangat berlimpah di indonesia dan dapat digunakan sebagai energi alternatif dengan diolah menjadi briket. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat briket sekam padi dan daun jati, membandingkan variasi campuran briket sekam padi dan daun jati yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan laju pembakaran dengan macam-macam variasi komposisi 1515gr, 2010gr, 1020gr sekam padi dan daun jati. Hasil pengujian yang didapat adalah sebagai berikut nilai kalor tertinggi adalah pada specimen 3 sebesar 4885,09 kal/gr, dan nilai kalor terendah pada specimen 1 sebesar 4704 kal/gr. Kadar air tertinggi adalah pada specimen 1 sebesar 8,23%, dan kadar air terendah pada specimen 3 sebesar 8,08%. Sedangkan untuk nilai laju pembakaran tertinggi adalah pada specimen 3 sebesar 0,073 gr/menit, dan laju pembakaran terendah pada specimen 1 sebesar 0,058 gr/menit. Nilai kalor dan kadar air sangat mempengaruhi proses laju pembakaran yang dihasilkan briket, semakin tinggi nilai kalor maka semakin tinggi laju pembakaran, dan semakin tinggi kadar air maka akan semakin rendah laju pembakaran... Penelitian mengenai pemanfaatan sekam padi sebagai biomassa cukup beragam biasanya dijadikan sebagai briket Sutisna et al., 2021 maupun biobriket, asap cair Iskandar, Suhudi, & Mokhtar, 2017, hingga dimanfaatkan sebagai media tanam Tentama, Maulana, & Anggraeni, 2018. Tren saat ini adalah mentransformasi limbah sekam padi menjadi asap cair dan biochar. ...Limbah sekam padi selama ini menjadi permasalahan utama bagi Kelompok Tani Pada Elo’ Desa Sanrego sebab penanganan yang biasa dilakukan dapat memicu pencemaran udara yang berdampak pula pada lingkungan sekitar. Program Pelaksaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada Kelompok Tani Pada Elo’ dalam mentransformasikan limbah sekam padi yang semula kurang dimanfaatkan menjadi produk arang sekam atau biochar yang layak jual. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan tiga tahapan utama yaitu tudang sipulung, mas’pasituru, dan sipakatau. Tiga tahapan ini mencerminkan filsofi yang dianut oleh anggota Kelompok Tani Pada Elo’ yang berdasar pada tradisi masyarakat bugis. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah limbah sekam padi menjadi biochar dengan preferensi yang cukup meningkat secara signifikan yaitu komponen pengetahuan meningkat dengan persentase 90% dan komponen peningkatan keterampilan sebesar 100%. Dampak dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menghasilkan anggota kelompok tani yang mampu secara mandiri memproduksi biochar serta menjadi kegiatan potensial yang dapat menambah pendapatan diluar hasil pengabdian dilakukan di Desa Panenjoan Kecamatan Carenang Kabupaten Serang pada tanggal 5 Februari 2023 di Aula kantor desa panenjoan dengan target nya adalah warga desa panenjoan. Limbah sekam padi banyak ditemui di lingkungan desa panenjoan sehingga limbah ini perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi salah satu nya adalah menghasilkan produk briket. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada warga desa tentang pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket. Briket sebagai pengganti bahan bakar berupa arang yang memiliki daya tahan lama dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan inovasi potensi lokal desa dan meningkatkan kesadaran berwirausaha warga desa setempat. Kegiatan dilaksanakan seacara tatap muka dengan menghadirkan narasumber yang memilki pengalaman di bidang pembuatan briket dan bidang kewirausahaan. Tahapan kegiatan terdiri dari tahap observasi, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan kapasitas pemahaman peserta tentang pembuatan briket dari limbah sekam padi dan tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat terus belajar dan berinovasi dalam mengambangkan produk dari limbah sekam padi sehingga akan meningkatkan nilai jual produk yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat desa RahmatullahAdi BudiantoM. Inggrit WijayaSri Widia AstutiPamarayan Village is one of the villages located in the Pamarayan District, Serang Regency, Banten Province, which has the largest economic potential in the agricultural sector, this is reinforced by the rice field area of ha with the potential for rice production reaching tons. This potential yield has an impact on the high waste of rice husks from the results of the rice milling process that has not been utilized optimally from the added value of the rice husks. The method of implementing this KKM-PkM activity is by using participatory counseling methods, where this counseling is carried out by providing verbal and visual counseling. The results of these KKM-PKM activities have had a positive impact on the community, especially in the use of rice husk waste, one of the positive impacts is the opening of business opportunities from the rice husk briquettes produced, because this briquette product can be used for industrial needs, friendly fuel environment or as raw material for heating chicken coops to warm broiler farms. Abstrak Desa Pamarayan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang Provinsi Banten, yang memiliki potensi perekonomian terbesar pada sektor pertanian, hal ini diperkuat dengan luas area persawahan sebesar 224,41 ha dengan potensi hasil produksi padi mencapai 1632,87 ton. Potensi hasil panen ini berdampak pada tingginya limbah sekam padi dari hasil proses penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara optimal dari nilai tambah sekam padi tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan KKM-PkM ini yaitu dengan menggunakan metode penyuluhan partisipatif, dimana penyuluhan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara verbal maupun secara visual. Hasil kegiatan KKM-PkM ini, telah memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya dalam pemanfaatan limbah sekam padi, salah satu dampak positif tersebut yaitu terbukanya peluang usaha dari produk briket sekam padi yang dihasilkan, karena produk briket ini dapat digunakan bagi kebutuhan industri, bahan bakar ramah lingkungan atau pun sebagai bahan baku pemanas kandang ayam untuk menghangatkan ruang peternakan ayam problems faced by farmers in Galung Lombok Village is knowledge in the in the processing of goat livestock manure and waste of hazelnut shell. The solution that can be offered is waste treatment into bio-charcoal briquettes. The community engagement is to introduce community or partners of Community Partnership Program CPP in processing livestock manure and agricultural waste into charcoal briquettes as an alternative solution to the problems faced by society and become an alternative business potential that can be developed by farmers. The methods applied in overcoming these problems are through interactive counseling, training with the demonstration of bio-charcoal briquette processing, guidance and mentoring into ready to market products. The results of the dedication activities were held on 13-14 May 2017 at the meeting hall of Siamasei Farmer Group of Galung Lombok Village, Tinambung, Polewali Mandar. This activity is carried out by conducting participatory counseling coupled with demonstrations of processed briquettes from goat manure and hazelnut shell, packaging, and testing of briquette quality. The conclusion that goat livestock manure can be processed into bio-charcoal briquettes through seven stages drying of raw materials, refining, reducing and filtering, adhesive mixing, printing, drying and packaging. The quality of briquettes produced,the moisture content of ash content of volatile matter of fixed carbon of and calories 4,563 cal/ objective of this study is to determine role of packaging on consumer’s buying behavior. The purpose of this research is to examine the essential factors, which are driving the success of a brand. This research also identified the relationship between the dependent and independent variables. This is the primary research and data has been collected through questionnaire and for analysis purpose SPSS software has been used. In this study samples of 150 respondents has been collected and tested the reliability of the model. According to the finding of the research study, it has been observed that the packaging is the most important factor. It is further concluded that the packaging elements like its Colour, Packaging material, Design of Wrapper and innovation are more important factors when consumers making any buying decision. Finally it has also been concluded that the Packaging is one of the most important and powerful factor, which influences consumer’s purchase of Marketing SeventeentP KotlerG ArmstrongKotler, P., & Armstrong, G. 2018. Principles of Marketing Seventeent. United States Pearson pelepah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkunganP PapiloPapilo, P. 2012. Briket pelepah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Jurnal Sains, Teknologi Dan Industri, 92, Termal Briket Arang Sekam Padi Dengan Variasi Bahan PerekatD PatabangPatabang, D. 2012. Karakteristik Termal Briket Arang Sekam Padi Dengan Variasi Bahan Perekat. Jurnal Mekanikal, 32, Terus Galakkan Pengendalian Ramah Lingkungan Untuk Atasi Hama Sundep dan BelukSuparniSuparni. 2020. Kementan Terus Galakkan Pengendalian Ramah Lingkungan Untuk Atasi Hama Sundep dan Beluk. Retrieved September 30, 2020, from of Biomass Briquettes Based on Carbonized Rice Husk and Jatropha Seed Waste by Using Newspaper Waste Pulp as an Adhesive MaterialS SuryaningsihR ResitasariO NurhilalSuryaningsih, S., Resitasari, R., & Nurhilal, O. 2019. Analysis of Biomass Briquettes Based on Carbonized Rice Husk and Jatropha Seed Waste by Using Newspaper Waste Pulp as an Adhesive Material. In Journal of Physics Conference Series Vol. 1280, p. 022072. OIP Publishing.
Salah satu akibat langsung dari ledakan penduduk, yaitu.. a. tingkat kriminalitas meningkatb. jumlah penduduk sangat besar c. rendahnya sumber daya manusia d. pendapatan masyarakat menurun e. pendapatan masyarakat meningkat Jawaban B Tinggi rendahnya angka kelahiran ditentukan oleh 1 anggapan banyak anak banyak rezeki 2 banyak anak menambah beban tanggungan bagi orang tua 3 anak adalah harapan orang tua untuk mencari nafkah 4 penundaan usia perkawinan 5 anak menjadi kebanggan bagi orang tua 6 tingkat keberhasilan keluarga berencana Dari pernyataan di atas, yang termasuk faktor-faktor yang mendorong adanya kelahiran adalah nomor... a. 1, 2, dan 3 b. 2, 4, dan 6 c. 1, 3, dan 4 d. 4, 5, dan 6 e. 1, 3, dan 5 Jawaban E 1, 3, dan 5 Apabila suatu negara mempunyai laju pertumbuhan penduduk yang cepat, dan di tahun mendatang kelompok umur muda secara potensial mempunyai kemampuan reproduksi tinggi maka negara tersebut termasuk dalam bentuk piramida penduduk... a. muda b. tua c. stasioner d. sedang e. dewasa Jawaban A Piramida penduduk muda Berikut ini adalah tujuan utama sensus penduduk di Indonesia, kecuali... a. mengetahui persebaran pendudukb. mengetahui angka kepadatan penduduk c. mengetahui berbagai keterangan penduduk d. mengetahui jumlah kekayaan penduduk e. mengetahui perkembangan penduduk Jawaban D kecuali untuk mengetahui jumlah kekayaan penduduk Faktor yang menghambat angka kelahiran adalah.. a. penundaan usia pernikahan b. anak membantu mencari nafkah c. perkawinan pada usia muda d. orang tua merasa lebih dihargai masyarakat e. anak laki-laki dianggap penerus keturunan Jawaban A penundaan usa pernikahan Perbedaan antara mobilitas permanen dan nonpermanen terletak pada... a. usia penduduk b. faktor-faktor yang terdapat pada daerah asal dan daerah tujuan c. faktor rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan d. lamanya seseorang bertempat tinggal di daerah tujuan e. jarak yang memisahkan antara daerah asal dan daerah tujuan Jawaban D lamanya seseorang bertempat tinggal di daerah tujuan Ketidakseimbangan penduduk laki-laki dengan perempuan lebih dominan akan mengakibatkan.. a. emansipasi kaum wanita meningkat b. kematian ibu melahirkan tinggi c. banyak wanita putus sekolah d. tenaga kerja wanita lebih banyak e. banyak wanita melahirkan Jawaban D tenaga kerja wanita lebih banyak Pada saat musim tanam, banyak petani pergi ke kota untuk mencari pekerjaan sementara. Namun, di saat musim panen tiba para petani tersebut kembali ke desa untuk mengolah lahannya kembali. Mobilitas yang dilakukan para petani tersebut disebut... a. komuter b. remigrasi c. transmigrasi d. mobilitas ulang-alik e. mobilitas sirkuler Jawaban E mobilitas sirkuler Pencatatan mengenai jumlah penduduk yang dilaksanakan secara terus-menerus dari tingkat pemerintahan terendah disebut.. a. suvei penduduk b. registrasi penduduk c. sensus penduduk d. pencatatan penduduk e. penataan penduduk Jawaban B Registrasi penduduk Pencacahan jumlah penduduk yang hanya dikenakan pada penduduk yang benar-benar mendiami atau bertempat tinggal di daerah atau negara bersangkutan disebut... a. sensus de jure b. sensus de fakto c. gemente volkstelling d. survei penduduk e. registrasi penduduk Jawaban A sensus de jure Perbandingan antara jumlah penduduk dengan seluruh luas wilayah yang ada disebut kepadatan penduduk... a. geografis b. agraris c. geometris d. ekonomi e. aritmatik Jawaban E aritmati Jumlah penduduk usia produktif yang menanggung jumlah penduduk usia nonproduktif disebut... a. angka reproduksi b. angka nonproduktif c. angka produktivitas d. angka pertumbuhan alami e. angka ketergantungan Jawaban E angka ketergantungan Masyarakat Tangerang yang bekerja di Jakarta dilakukan dengan cara pagi hari berangkat dari sore atau malam hari pulang ke rumah disebut migrasi... a. sirkuler b. reguler c. ulang alik d. temporer e. permanen Jawaban A Migrasi sirkuler Tingginya angka kematian dapat menunjukkan... a. jumlah penduduk yang tidak merata b. gagalnya program transmigrasi yang dilakukan pemerintah c. angka harapan hidup yang tinggi d. kualitas kesehatan penduduk yang rendah e. rendahnya tingkat pendapatan per kapita Jawaban D kualitas kesehatan penduduk yang rendah Perpindahan penduduk dari desa ke kota tidak akan lepas dari banyak faktor, baik dari desa maupun kota. Adapun faktor penarik terjadinya urbanisasi, yaitu... a. upah rendah b. fasilitas pendidikan di kota lengkap c. lahan pertanian yang semakin sempit d. keterbatasan lapangan kerja e. banyaknya keluarga yang tinggal di daerah kota Jawaban B fasilitas pendidikan di kota lengkap Upaya yang dilakukan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah... a. berpendidikan tinggi b. merantau ke luar daerah c. menunda masa perkawinan d. melaksanakan transmigrasi e. perbaikan gizi Jawaban C menunda masa perkawinan Angka kriminalitas dan pengangguran yang tinggi biasanya terjadi di daerah berpenduduk... a. padat b. bantaran sungai c. sedikitd. jarange. terpencil Jawaban A Penduduk padat Berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia, yang dimaksud penduduk Indonesia adalah semua orang kecuali diplomat atau perwakilan negara asing, yang bertempat tinggal di Indonesia sekurang-kurangnya....tahun. a. lima b. satu setengah c. dua setengah d. setengah e. satu Jawaban A Lima tahun Di bawah ini merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk total suatu wilayah, kecuali... a. kelahiran b. kematian c. migrasi d. urbanisasi e. imigrasi dan emigrasi Jawaban D urbanisasi bukan faktor pertumbuhan penduduk total Jenis sensus penduduk yang hanya mendata penduduk sesuai dengan tempat tinggalnya disebut...a. de factob. registrasic. sensus samplingd. surveie. de jureJawaban E de jure Cabang Ilmu Geografi yang khusus mempelajari tentang dinamika penduduk disebut …. a. ilmu kependudukan b. antroposfer c. demografi d. geografi e. etnografi Jawaban c Kegiatan pencatatan terhadap suatu kejadian penting seperti kelahiran, kematian, pernikahan yang dilakukan di kantor-kantor pemerintahan seperti Kantor Desa, Kelurahan, Kecamatan, dan seterusnya disebut …. a. sensus b. sensus de jure c. sensus de factod. survei e. registrasi Jawaban E. registrasi Pengelompokan penduduk yang sangat penting dalam ilmu kependudukan karena sering dilibatkan dalam setiap pembahasan suatu permasalahan adalah berdasarkan …. a. jenis kelamin dan umur b. tingkat pendidikan dan jenis kelamin c. umur dan tingkat pendidikan d. jenis kelamin dan mata pencaharian e. umur dan mata pencaharian Jawaban A. jenis kelamin dan umur Biasanya angka kelahiran tergolong rendah jika crude birth rate CBR per 1000 penduduk …. a. 40 d. > 30 e. 35 Jawaban A < 20 Penduduk di suatu wilayah akan bertambah secara alami jika jumlah kelahiran … dengan jumlah kematian. a. kurang b. lebih besar c. sedikit d. sama besar e. lebih kecil Jawaban B. lebih besar Desa Sukamaju pada tahun 2006 memiliki penduduk wanita berusia 20–30 tahun sebanyak 5000 jiwa, kemudian di desa tersebut terdapat jumlah kelahiran hidup dari kelompok wanita berusia 20–30 tahun sebanyak 150 jiwa. Dengan demikian tingkat kelahiran bayi menurut umur di Desa Sukamaju adalah … jiwa/tahun. a. 34 b. 33 c. 32 d. 31 e. 30 Jawaban E. 30 Kepadatan penduduk dalam suatu wilayah sangat perlu diketahui untuk meninjau …. a. angkatan kerja b. ada tidaknya gejala kepadatan penduduk c. angka beban tanggungan d. tingkat kesehatan penduduke. tingkat pendidikan Jawaban B. ada tidaknya gejala kepadatan penduduk Pemaparan data kependudukan dengan grafik memiliki kekurangan, di antaranya adalah …. a. angka disajikan sangat detail b. bersifat aprosimatifc. tidak dapat menggambarkan suatu tren d. tidak dapat menggambarkan data seri e. data yang dibutuhkan sedikit Jawaban B. bersifat aprosimatif Kepadatan penduduk di kota sangat tinggi, hal tersebut sangat dipengaruhi oleh ….a. topografi b. sarana dan prasarana c. sejarah d. kondisi alam e. kondisi tanah Jawaban B. sarana dan prasarana Pengertian sumber daya manusia yang tepat adalah...a. Jumlah penduduk suatu wilayah dengan berbagai karakteristik, demografi, sosial dan ekonomi b. Jumlah penduduk suatu wilayah dengan berbagai karakteristik, kelompok umur tertentu c. Jumlah penduduk suatu wilayah dengan berbagai karakteristik, mata pencaharian tertentu d. Jumlah penduduk suatu wilayah dengan berbagai karakteristik, bertempat tinggal tertentu e. Jumlah penduduk suatu wilayah dengan berbagai karakteristik berpendidikan tertentuJawaban A Perbedaan pembahasan kuantitas sumber daya manusia dengan kuantilas sumber daya manusia adalah ... a. Kuantitas meliputi komposisi persebaran dan kuantitas meliputi pendidikan, kesehatan b. Kuantitas meliputi komposisi, pendidikan dan kuantitas meliputi kesehatan dan persebaran c. Kuantitas meliputi pendidikan persebaran, dan kuantitas muliputi komposisi dan kesehatan d. Kuantitas meliputi pendidikan kesehatan dan kuantitas meliputi komposisi persebaran e. Kuantitas meliputi pendidikan persebaran, dan kuantitas muliputi komposisi dan kesehatanJawaban A Pernyataan di bawah ini yang tepat adalah ... a. Tingkat pendidikan tinggi mendukung penciptaan kualitas penduduk yang tinggi b. Tingkat pendidikan tinggi mendukung terciptanya lingkungan yang berkualitas c. Tingkat pendidikan tinggi mendukung panjangnya angka harapan hidup d. Tingkat pendidikan tinggi menjadikan penduduk makmur e. Tingkat pendidikan tinggi menjamin kesejahteraan hidupJawaban A Unsur untuk menggambarkan kuantitas sumber daya manusia antara lain .... a. jumlah persebaran, komposisi penduduk b. jumlah pendidikan, persebaran, komposisi, penduduk c. persebaran, kesehatan, jumlah pertumbuhan, penduduk d. persebaran, pendidikan, kesehatan, komposisi, penduduk e. persebaran, pendidikan, kesehatan, komposisi pendudukJawaban A Salah satu unsur yang menjadi ciri kualitas penduduk adalah .... a. jumlah penduduk b. pertambahan penduduk c. tingkat kematian d. tingkat kelahiran e. tingkat kesehatanJawaban E Salah satu ciri negara yang tingkat kesehatan penduduknya rendah adalah ... a. angka kematian bayi tinggi b. angka pengidap penyakit paru-paru tinggi c. angka pengidap penyakit AIDS tinggi d. angka kelahiran bayi tinggi e. angka pengidap penyakit tinggiJawaban A Posyandu adalah salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas penduduk karena .... a. dapat mengurangi kelahiran b. dapat mengurangi kematian bayi c. dapat meningkatkan kesehatan masyarakat d. dapat memelihara kesehatan ibu e. dapat memelihara kesehatan rakyatJawaban C Salah satu penyebab rendahnya pendidikan di Indonesia adalah … a. kurangnyan buku-buku di sekolah b. pendapatan masyarakat rendah c. kurangnya gedung sekolah d. sebagian besar penduduk Indonesia berada di desa e. kurangnya tenaga guru di desaJawaban B Variabel yang sangat berpengaruh terhadap tingginya kesehatan adalah ... a. pengetahuan gizi, kualitas lingkungan, pendapatan, fasilitas kesehatan b. pendidikan, pendapatan, fasilitas kesehatan, lapangan kerja c. pendapatan, jumlah posyandu dan rumah sakit, jumlah tenaga medis d. kualitas tenaga medis, pengetahuan gizi, pendapatan e. pendapatan, jumlah fasilitas kesehatan, angkatan kerja dan lapangan kerjaJawaban A Di bawah ini adalah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menaikkan tingkat kesehatan masyarakat kecuali.... a. memperbanyak dan meningkatkan fungsi Rumah Sakit dan Puskesmas b. mengadakan penyuluhan kesehatan dan gizi kepada masyarakat c. mengadakan imunisasi dan Posyandu d. mencanangkan program wajib belajar e. mencanangkan kualitas tenaga medisJawaban D Akibat besarnya angka ketergantungan penduduk Indonesia di lapangan sosial ekonomi adalah ... a. sulit mencari kerja b. upah kerja sangat rendah c. adanya perbedaan tingkat sosial antara buruh dan majikan d. meningkatnya pendapatan masyarakat e. beban berat yang dirasakan penduduk usia kerjaJawaban E Pernyataan yang menunjukkan hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kesehatan adalah ... a. tingkÄ…t pendidikan sangat berpengaruh pada banyaknya discovery di bidang teknologi b. kemajuan ilmu pengetahuan dapat ditingkatkan etos kerja c. kemajuan pendidikan mendukung tingginya produktifitas dan efisiensi d. kemajuan pendidikan mendukung terciptanya lingkungan berkualitas e. kemajuan pendidikan membuka peluang kerjaJawaban D Tingkat pendidikan yang rendah dan besarnya angka ketergantungan penduduk Indonesia, maka menyebabkan ketimpangan bidang sosial ekonomi yaitu … a. upah kerja sangat rendah b. munculnya kesenjangan sosial c. tingginya kriminalitas d. merosotnya moral e. tingginya tingkat pengangguranJawaban E Perhatikan pernyataan di bawah ini1 Angka kematian rendah 2 Majunya teknologi kesehatan 3 Banyaknya rumah sakit 4 Angka harapan hidup tinggi Pernyataan di atas yang menunjukkan indikator tingginya tingkat kesehatan suatu Negara adalah ... a. 1 dan 2 b. 1 dan 4 c. 2 dan 4 d. 1 dan 3 e. 2 dan 4Jawaban B Tambah soal...